Perbedaan Hemi dan Neo: Hemi diperdagangkan di Rp85,36 (kapitalisasi pasar Rp82,96M, volume 24 jam Rp56,33M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.184 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp66,27M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 25,6× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Hemi 977,5M HEMI dibanding 70,5M NEO milik Neo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hemi selama 28 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| HEMI | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp82,96M | Rp2,12T |
Volume (24h) | Rp56,33M | Rp66,27M |
Suplai yang Beredar | 977,5M HEMI | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 28 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →