Perbedaan Hemi dan Merlin Chain: Hemi diperdagangkan di Rp85,02 (kapitalisasi pasar Rp82,96M, volume 24 jam Rp56,33M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp320 (kapitalisasi pasar Rp434,32M, volume 24 jam Rp24,16M). Perbedaan utamanya: Merlin Chain jauh lebih besar — sekitar 5,2× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai Merlin Chain dibatasi (1,4B / 2,1B MERL (65%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hemi selama 28 Hari dan Merlin Chain selama 10 Hari.
| HEMI | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp82,96M | Rp434,32M |
Volume (24h) | Rp56,33M | Rp24,16M |
Suplai yang Beredar | 977,5M HEMI | 1,4B / 2,1B MERL (65%) |
Typical Hold Time | 28 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →