Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) vs KMI Wire Cable Tbk (KBLI)

Radana Bhaskara Finance Tbk.Trading
KMI Wire Cable TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Radana Bhaskara Finance Tbk. dan KMI Wire Cable Tbk: Radana Bhaskara Finance Tbk. diperdagangkan di Rp97 (kapitalisasi pasar 628,07 M, volume 24 jam 607 rb), sedangkan KMI Wire Cable Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 1,31 T, volume 24 jam 1,09 jt). Perbedaan utamanya: KMI Wire Cable Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Radana Bhaskara Finance Tbk., dan KMI Wire Cable Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,09 jt vs 607 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

HDFAKBLI
Kapitalisasi Pasar
628,07 M1,31 T
Volume
607 rb1,09 jt
Lot
6,07 rb10,88 rb
Perputaran
59,54 jt353,91 jt
Harga Rata-rata
98,09325,17
Nilai Transaksi
59,54 jt353,91 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
98326
Volume Ekuilibrium Indikatif
2510,2 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

HDFA
Lihat detail
KBLI
Lihat detail

Tentang Radana Bhaskara Finance Tbk.

PT HD Finance (the company) was incorporated under the name of PT Indonesia Lease Corporation base on notarial deed No.41 of Mr FA Tumbuan, S.H, dated 20 Sep, 1972. The Company's name has been changed from PT HD Finance Tbk to PT Radana Bhaskara Finance Tbk based on the Notarial Deed No. 136 dated May 21, 2014 of Jimmy Tanal, S.H., M.Kn.

Selengkapnya di halaman HDFA

Tentang KMI Wire Cable Tbk

PT KMI Wire and Cable Tbk (the Company) formerly PT. GT Kabel Indonesia is one of the largest telecommunications and power cable producer. It is owned 53% by Gadjah Tunggal Group. It was established in 1972 by Electro GmbH of Germany (today known as Alcatel Kabelmetal) and PT Gunung Ngadeg Djaya.The Company was established wtihin the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970, based on deed No. 42 dated January 19, 1972 of Djojo Muljadi, SH, notary in Jakarta

Selengkapnya di halaman KBLI