Perbedaan Hedera dan STBL: Hedera diperdagangkan di Rp1.221 (kapitalisasi pasar Rp53,34T, volume 24 jam Rp901,67M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp415,42 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: Hedera jauh lebih besar — sekitar 184,4× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Hedera 43,8B / 50B HBAR (88%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hedera selama 55 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| HBAR | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp53,34T | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp901,67M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 43,8B / 50B HBAR (88%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hedera (HBAR) adalah jaringan publik tingkat perusahaan yang paling banyak digunakan, berkelanjutan, untuk ekonomi terdesentralisasi yang memungkinkan individu dan bisnis membuat decentralized applications (DApps) yang kuat. Hedera Hashgraph tidak dibangun di atas blockchain konvensional. HBAR memperkenalkan jenis teknologi buku besar terdistribusi yang benar-benar baru, dikenal sebagai Hashgraph. Teknologi ini memungkinkannya untuk meningkatkan banyak alternatif berbasis blockchain di beberapa area utama, termasuk kecepatan, biaya, dan skalabilitas.
Selengkapnya di halaman HBAR →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →