Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Arsy Buana Travelindo Tbk. (HAJJ) vs Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)

Arsy Buana Travelindo Tbk.Trading
Japfa Comfeed Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Arsy Buana Travelindo Tbk. dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk.: Arsy Buana Travelindo Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 249,32 M, volume 24 jam 7,23 jt), sedangkan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.030 (kapitalisasi pasar 23,69 T, volume 24 jam 13,03 jt). Perbedaan utamanya: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 95× kapitalisasi pasar Arsy Buana Travelindo Tbk., dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,03 jt vs 7,23 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

HAJJJPFA
Kapitalisasi Pasar
249,32 M23,69 T
Volume
7,23 jt13,03 jt
Lot
72,28 rb130,26 rb
Perputaran
722,7 jt26,31 M
Harga Rata-rata
99,992.019,74
Nilai Transaksi
722,7 jt26,31 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
992.030
Volume Ekuilibrium Indikatif
4078,34 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

HAJJ
Lihat detail
JPFA
Lihat detail

Tentang Arsy Buana Travelindo Tbk.

PT Arsy Buana Travelindo Tbk (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 25 dated November 21, 2016 of Harra Mieltuani Lubis SH. The Entity started its commercial operations in 2018. PT Madinah Iman Wisata is the parent entity, whereas Entin Suryatin is the ultimate beneficial owner.

Selengkapnya di halaman HAJJ

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA