Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Arsy Buana Travelindo Tbk. (HAJJ) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Arsy Buana Travelindo Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Arsy Buana Travelindo Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Arsy Buana Travelindo Tbk. diperdagangkan di Rp105 (kapitalisasi pasar 261,66 M, volume 24 jam 2,41 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,13 T, volume 24 jam 168,3 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 8,1× kapitalisasi pasar Arsy Buana Travelindo Tbk., dan Arsy Buana Travelindo Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,41 jt vs 168,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

HAJJJAWA
Kapitalisasi Pasar
261,66 M2,13 T
Volume
2,41 jt168,3 rb
Lot
24,06 rb1,68 rb
Perputaran
254,65 jt21,69 jt
Harga Rata-rata
105,83128,89
Nilai Transaksi
254,65 jt21,69 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
131
Volume Ekuilibrium Indikatif
10

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

HAJJ
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Arsy Buana Travelindo Tbk.

PT Arsy Buana Travelindo Tbk (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 25 dated November 21, 2016 of Harra Mieltuani Lubis SH. The Entity started its commercial operations in 2018. PT Madinah Iman Wisata is the parent entity, whereas Entin Suryatin is the ultimate beneficial owner.

Selengkapnya di halaman HAJJ

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA