Perbedaan Haedal Protocol dan Turtle: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp294,39 (kapitalisasi pasar Rp133,21M, volume 24 jam Rp26,07M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp612,29 (kapitalisasi pasar Rp94,3M, volume 24 jam Rp34,78M). Perbedaan utamanya: Haedal Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Haedal Protocol 454,2M / 1B HAEDAL (46%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 14 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| HAEDAL | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp133,21M | Rp94,3M |
Volume (24h) | Rp26,07M | Rp34,78M |
Suplai yang Beredar | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →