Perbedaan Haedal Protocol dan Starknet: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,43 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp408,22 (kapitalisasi pasar Rp2,79T, volume 24 jam Rp900,83M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 20,2× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (483,3M / 1B HAEDAL (49%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 15 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| HAEDAL | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,4M | Rp2,79T |
Volume (24h) | Rp24,07M | Rp900,83M |
Suplai yang Beredar | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 15 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →