Perbedaan Haedal Protocol dan Streamflow: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp293,49 (kapitalisasi pasar Rp133,21M, volume 24 jam Rp26,07M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp173,05 (kapitalisasi pasar Rp43,9M, volume 24 jam Rp1,37M). Perbedaan utamanya: Haedal Protocol jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai beredar Haedal Protocol 454,2M / 1B HAEDAL (46%) dibanding 252,7M / 1B STREAM (26%) milik Streamflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 14 Hari dan Streamflow selama 26 Hari.
| HAEDAL | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp133,21M | Rp43,9M |
Volume (24h) | Rp26,07M | Rp1,37M |
Suplai yang Beredar | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) | 252,7M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →