Perbedaan Haedal Protocol dan MyShell: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp293,67 (kapitalisasi pasar Rp133,21M, volume 24 jam Rp26,07M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp370,19 (kapitalisasi pasar Rp150,9M, volume 24 jam Rp68,25M). Perbedaan utamanya: Haedal Protocol dan MyShell berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Haedal Protocol 454,2M / 1B HAEDAL (46%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 14 Hari dan MyShell selama 20 Hari.
| HAEDAL | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp133,21M | Rp150,9M |
Volume (24h) | Rp26,07M | Rp68,25M |
Suplai yang Beredar | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →