Perbedaan Haedal Protocol dan Stader: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp293,46 (kapitalisasi pasar Rp133,21M, volume 24 jam Rp26,07M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp2.002 (kapitalisasi pasar Rp141,52M, volume 24 jam Rp19,7M). Perbedaan utamanya: Haedal Protocol dan Stader berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Haedal Protocol 454,2M / 1B HAEDAL (46%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 14 Hari dan Stader selama 11 Hari.
| HAEDAL | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp133,21M | Rp141,52M |
Volume (24h) | Rp26,07M | Rp19,7M |
Suplai yang Beredar | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →