Perbedaan Haedal Protocol dan Siacoin: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,65 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M), sedangkan Siacoin diperdagangkan di Rp8,3 (kapitalisasi pasar Rp472,29M, volume 24 jam Rp30,06M). Perbedaan utamanya: Siacoin jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (483,3M / 1B HAEDAL (49%)), sedangkan Siacoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 15 Hari dan Siacoin selama 60 Hari.
| HAEDAL | SC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,4M | Rp472,29M |
Volume (24h) | Rp24,07M | Rp30,06M |
Suplai yang Beredar | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) | 56B SC |
Typical Hold Time | 15 Hari | 60 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →