Perbedaan Haedal Protocol dan RedStone: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,12 (kapitalisasi pasar Rp138,54M, volume 24 jam Rp23,59M), sedangkan RedStone diperdagangkan di Rp1.530 (kapitalisasi pasar Rp733,65M, volume 24 jam Rp29,8M). Perbedaan utamanya: RedStone jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Haedal Protocol 483,3M / 1B HAEDAL (49%) dibanding 479M / 1B RED (48%) milik RedStone. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 15 Hari dan RedStone selama 14 Hari.
| HAEDAL | RED | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,54M | Rp733,65M |
Volume (24h) | Rp23,59M | Rp29,8M |
Suplai yang Beredar | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) | 479M / 1B RED (48%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →RedStone ($RED) adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang menyediakan data khusus untuk aplikasi DeFi di lebih dari 70 blockchain. Token RED mendukung staking, menjaga keamanan jaringan, dan memberikan imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman RED →