Perbedaan Haedal Protocol dan Polygon: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,43 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M), sedangkan Polygon diperdagangkan di Rp1.310 (kapitalisasi pasar Rp14,1T, volume 24 jam Rp659,45M). Perbedaan utamanya: Polygon jauh lebih besar — sekitar 101,9× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (483,3M / 1B HAEDAL (49%)), sedangkan Polygon terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 15 Hari dan Polygon selama 71 Hari.
| HAEDAL | POL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,4M | Rp14,1T |
Volume (24h) | Rp24,07M | Rp659,45M |
Suplai yang Beredar | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) | 10,7B POL |
Typical Hold Time | 15 Hari | 71 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →Polygon Ecosystem Token berfungsi sebagai token utilitas dalam jaringan Polygon. Aset digital ini berperan penting dalam memfasilitasi berbagai operasi dan layanan di ekosistem Polygon. Fungsi utamanya termasuk staking, di mana pemegang token dapat mengunci token mereka sebagai bentuk keamanan dan berpartisipasi dalam mekanisme konsensus jaringan. Hal ini tidak hanya membantu mengamankan jaringan, tetapi juga memberikan imbalan kepada para pemegang token berupa tambahan token berdasarkan jumlah yang digunakan untuk staking.
Selengkapnya di halaman POL →