Perbedaan Haedal Protocol dan Lagrange: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp285,76 (kapitalisasi pasar Rp138,19M, volume 24 jam Rp24,15M), sedangkan Lagrange diperdagangkan di Rp832,14 (kapitalisasi pasar Rp161,21M, volume 24 jam Rp102,9M). Perbedaan utamanya: Lagrange lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (483,3M / 1B HAEDAL (49%)), sedangkan Lagrange terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 15 Hari dan Lagrange selama 6 Hari.
| HAEDAL | LA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,19M | Rp161,21M |
Volume (24h) | Rp24,15M | Rp102,9M |
Suplai yang Beredar | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) | 193M LA |
Typical Hold Time | 15 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →Lagrange mengkhususkan diri dalam pembuatan zero-knowledge proof untuk AI yang aman dan pribadi. Produk unggulannya, DeepProve, adalah sistem zkML tercepat yang memungkinkan verifikasi AI melalui zero-knowledge proofs. Lagrange juga menawarkan Jaringan ZK Prover terdesentralisasi untuk pembuatan proof yang aman dan hemat biaya, didukung oleh validator besar seperti Coinbase Cloud dan Kraken. Selain itu, ZK Coprocessor berbasis SQL memungkinkan smart contract untuk memindahkan perhitungan kompleks dan memverifikasinya secara on-chain.
Selengkapnya di halaman LA →