Perbedaan Haedal Protocol dan KernelDAO: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp296,11 (kapitalisasi pasar Rp142,93M, volume 24 jam Rp37,18M), sedangkan KernelDAO diperdagangkan di Rp648,41 (kapitalisasi pasar Rp184,45M, volume 24 jam Rp110,5M). Perbedaan utamanya: KernelDAO lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Haedal Protocol 483,3M / 1B HAEDAL (49%) dibanding 286,3M / 1B KERNEL (29%) milik KernelDAO. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 15 Hari dan KernelDAO selama 14 Hari.
| HAEDAL | KERNEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp142,93M | Rp184,45M |
Volume (24h) | Rp37,18M | Rp110,5M |
Suplai yang Beredar | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) | 286,3M / 1B KERNEL (29%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →KernelDAO adalah platform terdesentralisasi yang menawarkan produk restaking seperti Kelp dan Gain untuk membantu pengguna memaksimalkan pendapatan dan mengamankan likuiditas. Kelp memungkinkan restaking Ethereum secara likuid di berbagai platform, sementara Gain menyediakan brankas untuk potensi pendapatan. KernelDAO bertujuan untuk membangun ekosistem yang saling terhubung untuk keuangan terdesentralisasi dan keamanan ekonomi.
Selengkapnya di halaman KERNEL →