Perbedaan Haedal Protocol dan io.net: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp289,31 (kapitalisasi pasar Rp139,1M, volume 24 jam Rp24,39M), sedangkan io.net diperdagangkan di Rp2.004 (kapitalisasi pasar Rp769,25M, volume 24 jam Rp397,9M). Perbedaan utamanya: io.net jauh lebih besar — sekitar 5,5× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Haedal Protocol 483,3M / 1B HAEDAL (49%) dibanding 381,5M / 800M IO (48%) milik io.net. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 15 Hari dan io.net selama 34 Hari.
| HAEDAL | IO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp139,1M | Rp769,25M |
Volume (24h) | Rp24,39M | Rp397,9M |
Suplai yang Beredar | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) | 381,5M / 800M IO (48%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →io.net, sebelumnya ANTBIT, memanfaatkan jaringan komputasi terdesentralisasi yang didukung oleh Solana dan Aptos untuk memberi para insinyur machine learning akses ke cluster cloud terdistribusi. Hal ini bertujuan untuk mengatasi tantangan seperti ketersediaan yang terbatas, pilihan yang buruk, dan tingginya biaya yang terkait dengan akses GPU di cloud publik.
Selengkapnya di halaman IO →