Perbedaan Haedal Protocol dan Hyperlane: Haedal Protocol diperdagangkan di Rp293,63 (kapitalisasi pasar Rp133,21M, volume 24 jam Rp26,07M), sedangkan Hyperlane diperdagangkan di Rp1.294 (kapitalisasi pasar Rp435,54M, volume 24 jam Rp203,1M). Perbedaan utamanya: Hyperlane jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Haedal Protocol 454,2M / 1B HAEDAL (46%) dibanding 338,2M / 1B HYPER (34%) milik Hyperlane. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Haedal Protocol selama 14 Hari dan Hyperlane selama 30 Hari.
| HAEDAL | HYPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp133,21M | Rp435,54M |
Volume (24h) | Rp26,07M | Rp203,1M |
Suplai yang Beredar | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) | 338,2M / 1B HYPER (34%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →Hyperlane adalah lapisan interoperabilitas inovatif yang dirancang untuk menghubungkan ekosistem blockchain modular, memungkinkan komunikasi lintas jaringan seperti Layer 1, rollup, dan app-chain secara mulus. Dengan pendekatan deployment tanpa izin (permissionless), Hyperlane memudahkan pengembang dalam menjembatani berbagai chain, sekaligus menawarkan model keamanan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan aplikasi mereka.
Selengkapnya di halaman HYPER →