Perbedaan Humanity Protocol dan Reserve Rights: Humanity Protocol diperdagangkan di Rp1.917 (kapitalisasi pasar Rp3,68T, volume 24 jam Rp183,12M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,99M). Perbedaan utamanya: Humanity Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Reserve Rights, dan suplai beredar Humanity Protocol 1,9B / 10B H (20%) dibanding 62,6B / 100B RSR (63%) milik Reserve Rights. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Humanity Protocol selama 6 Hari dan Reserve Rights selama 44 Hari.
| H | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,68T | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp183,12M | Rp54,99M |
Suplai yang Beredar | 1,9B / 10B H (20%) | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Humanity Protocol menawarkan alternatif terdesentralisasi untuk sistem identitas biometrik yang dijalankan pemerintah, memberikan kendali penuh kepada individu atas data identitas dan biometriknya melalui teknologi blockchain yang aman. Hal ini memastikan privasi dan perlindungan dari sensor. Humanity Protocol berfungsi sebagai grafik identitas terbuka yang mendukung kredensial terverifikasi untuk berbagai atribut, seperti informasi pribadi (PII), pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam acara. Pengguna dapat membuktikan berbagai aspek identitas mereka secara selektif tanpa mengorbankan privasi.
Selengkapnya di halaman H →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →