Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gunanusa Eramandiri Tbk. (GUNA) vs Timah Tbk. (TINS)

Gunanusa Eramandiri Tbk.Trading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gunanusa Eramandiri Tbk. dan Timah Tbk.: Gunanusa Eramandiri Tbk. diperdagangkan di Rp185 (kapitalisasi pasar 470 M, volume 24 jam 190,8 rb), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.500 (kapitalisasi pasar 25,92 T, volume 24 jam 33,64 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 55,1× kapitalisasi pasar Gunanusa Eramandiri Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (33,64 jt vs 190,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GUNATINS
Kapitalisasi Pasar
470 M25,92 T
Volume
190,8 rb33,64 jt
Lot
1,91 rb336,36 rb
Perputaran
36,54 jt118,14 M
Harga Rata-rata
191,533.512,42
Nilai Transaksi
36,54 jt118,14 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1883.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
4,3 rb12,86 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GUNA
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Gunanusa Eramandiri Tbk.

PT Gunanusa Eramandiri Tbk (the Company) was established based on Notarial deed of Lasma Batubara, S.H., No. 60 dated August 5, 1993. The Company started its commercial operation in August 1993.

Selengkapnya di halaman GUNA

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS