Perbedaan Gitcoin dan Plume Network: Gitcoin diperdagangkan di Rp1.451 (kapitalisasi pasar Rp125,66M, volume 24 jam Rp42,75M), sedangkan Plume Network diperdagangkan di Rp225,57 (kapitalisasi pasar Rp1,39T, volume 24 jam Rp652,48M). Perbedaan utamanya: Plume Network jauh lebih besar — sekitar 11,1× kapitalisasi pasar Gitcoin, dan suplai Plume Network dibatasi (6,2B / 10B PLUME (62%)), sedangkan Gitcoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gitcoin selama 24 Hari dan Plume Network selama 20 Hari.
| GTC | PLUME | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp125,66M | Rp1,39T |
Volume (24h) | Rp42,75M | Rp652,48M |
Suplai yang Beredar | 87,5M GTC | 6,2B / 10B PLUME (62%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →