Perbedaan GT Protocol dan SuperVerse: GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M), sedangkan SuperVerse diperdagangkan di Rp1.523 (kapitalisasi pasar Rp975,15M, volume 24 jam Rp42,3M). Perbedaan utamanya: SuperVerse jauh lebih besar — sekitar 97,1× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar GT Protocol 68,8M / 75M GTAI (92%) dibanding 640,2M / 1.000M SUPER (65%) milik SuperVerse. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GT Protocol selama 18 Hari dan SuperVerse selama 28 Hari.
| GTAI | SUPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,04M | Rp975,15M |
Volume (24h) | Rp3,04M | Rp42,3M |
Suplai yang Beredar | 68,8M / 75M GTAI (92%) | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →