Perbedaan GT Protocol dan Steem: GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M), sedangkan Steem diperdagangkan di Rp646,79 (kapitalisasi pasar Rp400,47M, volume 24 jam Rp44,71M). Perbedaan utamanya: Steem jauh lebih besar — sekitar 39,9× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai GT Protocol dibatasi (68,8M / 75M GTAI (92%)), sedangkan Steem terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GT Protocol selama 18 Hari dan Steem selama 44 Hari.
| GTAI | STEEM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,04M | Rp400,47M |
Volume (24h) | Rp3,04M | Rp44,71M |
Suplai yang Beredar | 68,8M / 75M GTAI (92%) | 552,3M STEEM |
Typical Hold Time | 18 Hari | 44 Hari |
Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →Steem (STEEM) adalah mata uang kripto asli dari blockchain Steem, sebuah platform media sosial terdesentralisasi yang dirancang untuk memberi penghargaan kepada pengguna atas pembuatan, kurasi, dan interaksi dengan konten. STEEM bertujuan untuk mendemokratisasi media sosial dan memonetisasi konten dengan memanfaatkan teknologi blockchain.
Selengkapnya di halaman STEEM →