Perbedaan GT Protocol dan Rain: GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M), sedangkan Rain diperdagangkan di Rp221,69 (kapitalisasi pasar Rp159,95T, volume 24 jam Rp650,94M). Perbedaan utamanya: Rain jauh lebih besar — sekitar 15931,3× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar GT Protocol 68,8M / 75M GTAI (92%) dibanding 716,6B / 1,1T RAIN (63%) milik Rain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GT Protocol selama 18 Hari dan Rain selama 2 Hari.
| GTAI | RAIN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,04M | Rp159,95T |
Volume (24h) | Rp3,04M | Rp650,94M |
Suplai yang Beredar | 68,8M / 75M GTAI (92%) | 716,6B / 1,1T RAIN (63%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →RAIN adalah token native Rain Protocol, platform pasar prediksi terdesentralisasi di jaringan Arbitrum yang memungkinkan pengguna membuat dan berpartisipasi dalam pasar berdasarkan peristiwa dunia nyata yang dapat diverifikasi. Protokol ini menggunakan automated market maker untuk menentukan harga hasil prediksi. RAIN digunakan untuk mengakses pasar prediksi, mendukung tata kelola protokol melalui Rain DAO, serta memberikan reward kepada pembuat pasar, penyedia likuiditas, dan resolver.
Selengkapnya di halaman RAIN →