Perbedaan GT Protocol dan Pudgy Penguins: GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M), sedangkan Pudgy Penguins diperdagangkan di Rp111,65 (kapitalisasi pasar Rp7,01T, volume 24 jam Rp886,67M). Perbedaan utamanya: Pudgy Penguins jauh lebih besar — sekitar 698,2× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar GT Protocol 68,8M / 75M GTAI (92%) dibanding 62,9B / 88,9B PENGU (71%) milik Pudgy Penguins. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GT Protocol selama 18 Hari dan Pudgy Penguins selama 29 Hari.
| GTAI | PENGU | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,04M | Rp7,01T |
Volume (24h) | Rp3,04M | Rp886,67M |
Suplai yang Beredar | 68,8M / 75M GTAI (92%) | 62,9B / 88,9B PENGU (71%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →PENGU adalah token resmi dari Pudgy Penguins dan telah menjadi fenomena dengan salah satu komunitas paling berpengaruh di dunia kripto. Dari berbagai brand besar yang memamerkan Penguin, tampil di iklan ETF, hingga meraih jutaan pengikut dan lebih dari 50 miliar views, Pengu telah menjadi sebuah ikon. Ini adalah simbol bagi komunitas, meme, dan energi positif.
Selengkapnya di halaman PENGU →