Perbedaan GT Protocol dan Orderly Network: GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M), sedangkan Orderly Network diperdagangkan di Rp498,17 (kapitalisasi pasar Rp199,95M, volume 24 jam Rp35,5M). Perbedaan utamanya: Orderly Network jauh lebih besar — sekitar 19,9× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar GT Protocol 68,8M / 75M GTAI (92%) dibanding 400,2M / 1B ORDER (41%) milik Orderly Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GT Protocol selama 18 Hari dan Orderly Network selama 13 Hari.
| GTAI | ORDER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,04M | Rp199,95M |
Volume (24h) | Rp3,04M | Rp35,5M |
Suplai yang Beredar | 68,8M / 75M GTAI (92%) | 400,2M / 1B ORDER (41%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 13 Hari |
Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →Orderly adalah infrastruktur yang memungkinkan orang untuk berdagang apa saja, di mana saja, melalui lapisan likuiditas tanpa izin. Platform ini menyediakan likuiditas yang dalam dan terpadu di seluruh blockchain melalui satu buku pesanan. Orderly memastikan likuiditas yang kuat di berbagai chain utama, termasuk Solana, Sonic, Arbitrum, Base, Mantle, Ethereum Mainnet, Optimism, dan Polygon, serta memberikan akses bagi trader dan exchange ke lebih dari 100 pasar melalui infrastruktur perdagangan terpadu.
Selengkapnya di halaman ORDER →