Perbedaan The Graph dan Chainlink: The Graph diperdagangkan di Rp325,22 (kapitalisasi pasar Rp3,51T, volume 24 jam Rp155,05M), sedangkan Chainlink diperdagangkan di Rp154.880 (kapitalisasi pasar Rp115,28T, volume 24 jam Rp5,5T). Perbedaan utamanya: Chainlink jauh lebih besar — sekitar 32,8× kapitalisasi pasar The Graph, dan suplai Chainlink dibatasi (748,1M / 1B LINK (75%)), sedangkan The Graph terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan The Graph selama 95 Hari dan Chainlink selama 62 Hari.
| GRT | LINK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,51T | Rp115,28T |
Volume (24h) | Rp155,05M | Rp5,5T |
Suplai yang Beredar | 10,9B GRT | 748,1M / 1B LINK (75%) |
Typical Hold Time | 95 Hari | 62 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan pada Rp319,65 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. Posisi harga berada di dekat resistance R1 (Rp319) dengan support kunci di S1 (Rp313). Market cap mencapai Rp3,49 triliun dengan supply beredar 10,9 juta GRT. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul jika harga bertahan di atas support S1, sementara risiko utama termasuk sentiment bearish yang berkelanjutan dan rendahnya aktivitas jaringan. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan ekosistem blockchain secara ketat.
Chainlink (LINK) menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp154.387, mendekati resistance R1 di Rp154.677. Token oracle terdepan ini mempertahankan posisi kuat dalam ekosistem DeFi dengan utilitas sebagai penyedia data terdesentralisasi. Sirkulasi supply mencapai 75% dari total 1 juta LINK, menunjukkan distribusi token yang sehat. Secara teknis, moving averages mendukung tren naik meskipun RSI menunjukkan kondisi overbought.
Outlook positif didukung oleh adopsi jaringan yang terus berkembang, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi kripto dan tekanan jual dari level RSI overbought. Peluang utama terletak pada peran Chainlink sebagai infrastruktur kritis Web3, sementara risiko termasuk sensitivitas terhadap sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →Dicipatakan pada tahun 2017 oleh Sergey Nazarov, Chainlink adalah lapisan abstraksi blockchain yang memungkinkan kontrak pintar terhubung secara universal. Melalui jaringan oracle terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan blockchain untuk berinteraksi secara aman dengan umpan data eksternal, peristiwa dan metode pembayaran, memberikan informasi off-chain penting yang dibutuhkan oleh kontrak pintar yang kompleks untuk menjadi bentuk dominan dari perjanjian digital.
Selengkapnya di halaman LINK →