Perbedaan Grass dan Stader: Grass diperdagangkan di Rp5.681 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp219,46M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp130,26M, volume 24 jam Rp12,52M). Perbedaan utamanya: Grass jauh lebih besar — sekitar 10,6× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan Grass terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Grass selama 10 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| GRASS | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,38T | Rp130,26M |
Volume (24h) | Rp219,46M | Rp12,52M |
Suplai yang Beredar | 243,9M GRASS | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Grass sedang membangun web crawl terbuka berskala internet pertama, didukung oleh lebih dari 3 juta node yang dijalankan pengguna untuk mengumpulkan data dalam jumlah petabyte bagi model AI. Dengan menciptakan knowledge graph internet pertama yang dimiliki pengguna, Grass bertujuan menyaingi segelintir perusahaan yang saat ini menguasai kemampuan web crawling berskala penuh.
Selengkapnya di halaman GRASS →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →