Perbedaan Grass dan Mask Network: Grass diperdagangkan di Rp6.936 (kapitalisasi pasar Rp1,69T, volume 24 jam Rp390,02M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.114 (kapitalisasi pasar Rp713,04M, volume 24 jam Rp197,96M). Perbedaan utamanya: Grass jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Mask Network, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan Grass terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Grass selama 9 Hari dan Mask Network selama 23 Hari.
| GRASS | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,69T | Rp713,04M |
Volume (24h) | Rp390,02M | Rp197,96M |
Suplai yang Beredar | 243,9M GRASS | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Grass sedang membangun web crawl terbuka berskala internet pertama, didukung oleh lebih dari 3 juta node yang dijalankan pengguna untuk mengumpulkan data dalam jumlah petabyte bagi model AI. Dengan menciptakan knowledge graph internet pertama yang dimiliki pengguna, Grass bertujuan menyaingi segelintir perusahaan yang saat ini menguasai kemampuan web crawling berskala penuh.
Selengkapnya di halaman GRASS →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →