Perbedaan Grass dan Hashflow: Grass diperdagangkan di Rp6.934 (kapitalisasi pasar Rp1,69T, volume 24 jam Rp390,02M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp162,53 (kapitalisasi pasar Rp137,07M, volume 24 jam Rp37,63M). Perbedaan utamanya: Grass jauh lebih besar — sekitar 12,3× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Grass 243,9M GRASS dibanding 849M HFT milik Hashflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Grass selama 9 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| GRASS | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,69T | Rp137,07M |
Volume (24h) | Rp390,02M | Rp37,63M |
Suplai yang Beredar | 243,9M GRASS | 849M HFT |
Typical Hold Time | 9 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Grass sedang membangun web crawl terbuka berskala internet pertama, didukung oleh lebih dari 3 juta node yang dijalankan pengguna untuk mengumpulkan data dalam jumlah petabyte bagi model AI. Dengan menciptakan knowledge graph internet pertama yang dimiliki pengguna, Grass bertujuan menyaingi segelintir perusahaan yang saat ini menguasai kemampuan web crawling berskala penuh.
Selengkapnya di halaman GRASS →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →