Perbedaan Grass dan Haedal Protocol: Grass diperdagangkan di Rp5.822 (kapitalisasi pasar Rp1,43T, volume 24 jam Rp243,08M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp288,1 (kapitalisasi pasar Rp138,19M, volume 24 jam Rp24,15M). Perbedaan utamanya: Grass jauh lebih besar — sekitar 10,3× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (483,3M / 1B HAEDAL (49%)), sedangkan Grass terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Grass selama 10 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| GRASS | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,43T | Rp138,19M |
Volume (24h) | Rp243,08M | Rp24,15M |
Suplai yang Beredar | 243,9M GRASS | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Grass sedang membangun web crawl terbuka berskala internet pertama, didukung oleh lebih dari 3 juta node yang dijalankan pengguna untuk mengumpulkan data dalam jumlah petabyte bagi model AI. Dengan menciptakan knowledge graph internet pertama yang dimiliki pengguna, Grass bertujuan menyaingi segelintir perusahaan yang saat ini menguasai kemampuan web crawling berskala penuh.
Selengkapnya di halaman GRASS →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →