Perbedaan Gram dan Plasma: Gram diperdagangkan di Rp23.942 (kapitalisasi pasar Rp65,96T, volume 24 jam Rp692,39M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.350 (kapitalisasi pasar Rp3,59T, volume 24 jam Rp481,43M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 18,4× kapitalisasi pasar Plasma, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 2,7B XPL milik Plasma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Plasma selama 27 Hari.
| GRAM | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,96T | Rp3,59T |
Volume (24h) | Rp692,39M | Rp481,43M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 2,7B XPL |
Typical Hold Time | 6 Hari | 27 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Token XPL saat ini diperdagangkan pada Rp1.324 dengan kapitalisasi pasar Rp3,53 triliun. Sinyal teknis netral dengan indikator RSI menunjukkan kondisi seimbang. Harga berada di antara support kuat di Rp1.252 dan resistance di Rp1.444. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data CoinGecko per Juli 2026.
Outlook netral dengan potensi pergerakan sideways dalam jangka pendek. Peluang terletak pada breakout di atas resistance Rp1.444, sementara risiko utama adalah volatilitas tinggi khas crypto dan kurangnya perkembangan fundamental yang dapat mendorong adopsi jaringan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →