Perbedaan Gram dan Nano: Gram diperdagangkan di Rp23.876 (kapitalisasi pasar Rp65,38T, volume 24 jam Rp673,33M), sedangkan Nano diperdagangkan di Rp6.678 (kapitalisasi pasar Rp904,56M, volume 24 jam Rp2,14M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 72,3× kapitalisasi pasar Nano, dan suplai Nano dibatasi (133,2M / 133,2M XNO (100%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Nano selama 84 Hari.
| GRAM | XNO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,38T | Rp904,56M |
Volume (24h) | Rp673,33M | Rp2,14M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 133,2M / 133,2M XNO (100%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 84 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Nano (XNO) saat ini diperdagangkan di Rp6.840 dengan kapitalisasi pasar Rp908,79 juta, menunjukkan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak meski osilator netral. Token telah mencapai sirkulasi penuh 133,2 juta XNO dengan rata-rata waktu tahan 84 hari, mengindikasikan komitmen jangka panjang pemegang. Tidak ada berita terbaru yang memengaruhi aset ini, namun momentum teknis mendukung potensi kenaikan jangka pendek.
Outlook keseluruhan cenderung positif dengan peluang dari momentum bullish dan tingkat kepemilikan yang stabil, tetapi investor perlu waspada terhadap volatilitas kripto yang tinggi dan kurangnya perkembangan fundamental terkini. Risiko utama termasuk tekanan regulator dan likuiditas terbatas di pasar IDR.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Nano adalah kripto ringan sekaligus platform pembayaran yang membutuhkan sumber daya minimal dan memproses transaksi tanpa biaya. Nano dirancang agar dapat memproses transaksi cepat sehingga sebagian besar transaksinya selesai dalam waktu kurang dari satu detik.
Selengkapnya di halaman XNO →