Perbedaan Gram dan XDC Network: Gram diperdagangkan di Rp23.948 (kapitalisasi pasar Rp66,06T, volume 24 jam Rp672,88M), sedangkan XDC Network diperdagangkan di Rp474,58 (kapitalisasi pasar Rp9,98T, volume 24 jam Rp68,47M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 6,6× kapitalisasi pasar XDC Network, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 21B XDC milik XDC Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan XDC Network selama 35 Hari.
| GRAM | XDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,06T | Rp9,98T |
Volume (24h) | Rp672,88M | Rp68,47M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 21B XDC |
Typical Hold Time | 6 Hari | 35 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
XDC Network saat ini diperdagangkan di Rp474.07 dengan kapitalisasi pasar Rp9,96T. Sinyal teknis menunjukkan kondisi bearish dengan moving averages memberikan 11 sinyal jual. Harga berada di zona support S1 (Rp474) dengan resistance terdekat di R1 (Rp484). RSI menunjukkan kondisi netral tanpa tekanan beli atau jual yang kuat. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan cenderung bearish dalam jangka pendek dengan risiko penurunan menuju support Rp470. Peluang muncul jika harga mampu bertahan di atas Rp474 dan break resistance Rp484. Risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dari moving averages dan rendahnya volume perdagangan yang memperparah volatilitas.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →XDC Network adalah blockchain kompatibel EVM yang dirancang untuk trade finance dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Dengan konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS), jaringan ini menghadirkan transaksi cepat, aman, dan skalabel. Sistem Layer-2 subnet memungkinkan pengguna meluncurkan side chain yang independen dan menjaga privasi, sekaligus mewarisi keamanan mainnet XDC, sehingga ideal bagi pemerintah, institusi keuangan, dan bisnis yang membutuhkan lingkungan blockchain khusus.
Selengkapnya di halaman XDC →