Perbedaan Gram dan Tether Gold: Gram diperdagangkan di Rp23.860 (kapitalisasi pasar Rp65,83T, volume 24 jam Rp683,4M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp77.476.933 (kapitalisasi pasar Rp47,4T, volume 24 jam Rp4,31T). Perbedaan utamanya: Gram lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 612,8K XAUT milik Tether Gold. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Tether Gold selama 40 Hari.
| GRAM | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,83T | Rp47,4T |
Volume (24h) | Rp683,4M | Rp4,31T |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 6 Hari | 40 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
XAUT (Tether Gold) menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp78.245.469 dan market cap Rp47,91T. Moving averages mengkonfirmasi tren naik (11 sinyal buy vs 2 sell), meskipun RSI menunjukkan kondisi overbought. Aset ini berada di zona resistance kunci dengan rata-rata hold time 40 hari, menunjukkan pola holding jangka menengah. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan cenderung positif dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap koreksi akibat kondisi overbought. Peluang utama terletak pada kelanjutan tren bullish, sementara risiko utama adalah volatilitas tinggi dan tekanan jual di level resistance. Perhatikan level support kritis di Rp76,2 juta untuk manajemen risiko.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →