Perbedaan Gram dan WEMIX: Gram diperdagangkan di Rp23.746 (kapitalisasi pasar Rp65,83T, volume 24 jam Rp702,27M), sedangkan WEMIX diperdagangkan di Rp3.500 (kapitalisasi pasar Rp1,74T, volume 24 jam Rp12,02M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 37,8× kapitalisasi pasar WEMIX, dan suplai WEMIX dibatasi (498,1M / 590M WEMIX (85%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan WEMIX selama 19 Hari.
| GRAM | WEMIX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,83T | Rp1,74T |
Volume (24h) | Rp702,27M | Rp12,02M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 498,1M / 590M WEMIX (85%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 19 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp23.750 dengan kapitalisasi pasar Rp65,83 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish meskipun rata-rata bergerak dan osilator netral. Token ini mengalami penguatan 7% setelah pengumuman integrasi dompet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna. Hold time rata-rata 6 hari mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek yang tinggi.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan sinyal teknis bearish memerlukan kehati-hatian. Investor harus memantau level support kritis di Rp22.973 dan perkembangan ekosistem Telegram.
WEMIX saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp3.502, mendekati level support kritis di Rp3.250. Sinyal teknis menunjukkan tekanan jual kuat dengan moving averages dan osilator mayoritas bearish, meskipun RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound jangka pendek. Token ini memiliki sirkulasi 85% dari total supply 590 juta WEMIX, dengan rata-rata hold time 19 hari yang mencerminkan aktivitas perdagangan aktif.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan, namun peluang rebound teknis ada di level support. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, tekanan jual berkelanjutan, dan ketidakpastian regulasi crypto. Investor harus memantau ketat level support Rp3.250 sebagai titik kritis untuk arah berikutnya.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →WEMIX3.0 adalah protokol blockchain terdesentralisasi yang berorientasi pada pengalaman dan platform, mendukung ekosistem besar dari berbagai platform Web3. Mainnet yang kompatibel dengan EVM ini menggunakan mekanisme konsensus SPoA (Stake-based Proof of Authority), menggabungkan keamanan tinggi dengan throughput transaksi yang cepat. Tata kelola dijalankan on-chain oleh 40 Node Council Partners, dengan rencana demokratisasi multi-tahap menuju desentralisasi penuh.
Selengkapnya di halaman WEMIX →