Perbedaan Gram dan USDS: Gram diperdagangkan di Rp23.964 (kapitalisasi pasar Rp65,91T, volume 24 jam Rp616,95M), sedangkan USDS diperdagangkan di Rp17.870 (kapitalisasi pasar Rp175,09T, volume 24 jam Rp3,07T). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Gram, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 9,8B USDS milik USDS. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan USDS selama 12 Hari.
| GRAM | USDS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,91T | Rp175,09T |
Volume (24h) | Rp616,95M | Rp3,07T |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 9,8B USDS |
Typical Hold Time | 6 Hari | 12 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
USDS saat ini diperdagangkan pada Rp17.875 dengan sinyal teknis netral. Posisi harga berada di dekat level support S3 Rp17.793, menunjukkan stabilitas jangka pendek. Market cap mencapai Rp175,17 triliun dengan volume perdagangan terbatas. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook netral dengan risiko volatilitas tinggi khas crypto. Peluang terbatas pada momentum teknis jika tembus resistance, namun perlu waspada terhadap likuiditas rendah dan tekanan regulator sektor crypto. Hold time rata-rata 12 hari mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →