Perbedaan Gram dan DefiTuna: Gram diperdagangkan di Rp23.858 (kapitalisasi pasar Rp65,83T, volume 24 jam Rp683,4M), sedangkan DefiTuna diperdagangkan di Rp74,46 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp85,25jt). Perbedaan utamanya: suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding -- milik DefiTuna, dan Gram lebih aktif diperdagangkan (Rp683,4M vs Rp85,25jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan DefiTuna selama 9 Hari.
| GRAM | TUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,83T | -- |
Volume (24h) | Rp683,4M | Rp85,25jt |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | -- |
Typical Hold Time | 6 Hari | 9 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
DefiTuna menunjukkan data pasar yang terbatas dengan harga saat ini tidak tersedia dan market cap belum terdefinisi. Token ini memiliki max supply 1 juta TUNA dengan rata-rata hold time 9 hari, mengindikasikan aktivitas perdagangan jangka pendek. Tidak ada data teknis atau perkembangan protokol terbaru yang dapat diverifikasi.
Outlook untuk DefiTuna sangat spekulatif karena minimnya data transparan. Risiko utama termasuk likuiditas rendah dan volatilitas tinggi. Investor perlu ekstra hati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum pertimbangan apapun.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →DefiTuna adalah lapisan infrastruktur DeFi untuk likuiditas dengan leverage di Solana. Dengan Fusion AMM — model on-chain yang menggabungkan likuiditas terkonsentrasi dan limit order transparan — DefiTuna menggabungkan lending, leverage, dan AMM untuk strategi trading dan likuiditas yang lebih efisien.
Selengkapnya di halaman TUNA →