Perbedaan Gram dan TRON: Gram diperdagangkan di Rp23.996 (kapitalisasi pasar Rp66,09T, volume 24 jam Rp690,35M), sedangkan TRON diperdagangkan di Rp6.050 (kapitalisasi pasar Rp573,05T, volume 24 jam Rp7,52T). Perbedaan utamanya: TRON jauh lebih besar — sekitar 8,7× kapitalisasi pasar Gram, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 94,9B TRX milik TRON. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan TRON selama 73 Hari.
| GRAM | TRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,09T | Rp573,05T |
Volume (24h) | Rp690,35M | Rp7,52T |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 94,9B TRX |
Typical Hold Time | 6 Hari | 73 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
TRON (TRX) saat ini diperdagangkan pada Rp5.981 dengan sinyal teknis bullish didukung momentum moving averages. Token ini menunjukkan stabilitas dengan hold time rata-rata 73 hari. Berdasarkan data CoinMarketCap 16 Juli 2026, market cap mencapai Rp568,48 triliun dengan volume trading aktif. Sinyal teknis menunjukkan 15 buy vs 3 sell, sementara osilator netral dengan RSI mendekati zona overbought.
Outlook positif didukung momentum teknis bullish, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas pasar kripto secara keseluruhan. Risiko utama termasuk koreksi teknis karena RSI mendekati 70 dan ketergantungan pada sentiment pasar global. Peluang terletak pada adopsi jaringan yang terus berkembang dan listing di produk keuangan terstruktur seperti ETP Virtune.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Tron merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain yang didirikan oleh anak didik Jack Ma, Justin Sun. Tujuan Tron adalah untuk membangun platform hiburan untuk konten global secara gratis dan memungkinkan pengguna berbagi konten digital yang hemat biaya.
Selengkapnya di halaman TRX →