Perbedaan Gram dan Telos: Gram diperdagangkan di Rp23.840 (kapitalisasi pasar Rp65,96T, volume 24 jam Rp659,06M), sedangkan Telos diperdagangkan di Rp522,38 (kapitalisasi pasar Rp228,17M, volume 24 jam Rp12,03M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 289,1× kapitalisasi pasar Telos, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 451M TLOS milik Telos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Telos selama 7 Hari.
| GRAM | TLOS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,96T | Rp228,17M |
Volume (24h) | Rp659,06M | Rp12,03M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 451M TLOS |
Typical Hold Time | 6 Hari | 7 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
TLOS menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp454,696 dan market cap Rp204,13 juta. Moving averages memberikan sinyal beli kuat (13-0-0) sementara osilator netral. RSI menunjukkan kondisi overbought namun ADX mengkonfirmasi tren kuat. Support kunci berada di Rp418 dan resistance di Rp448-461. Hold time rata-rata 7 hari menunjukkan aktivitas trading aktif.
Outlook positif dengan momentum bullish jangka pendek, namun waspada terhadap koreksi karena RSI overbought. Peluang pada breakout di atas Rp461, risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas dengan volume trading yang perlu dipantau ketat.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Telos adalah blockchain Layer-1 berperforma tinggi yang mengutamakan skalabilitas, keamanan, dan kegunaan di dunia nyata. Dengan infrastruktur yang kompatibel dengan EVM, pengembang dapat menjalankan DApp berbasis Ethereum secara lebih cepat dan murah. TLOS adalah token utilitas asli untuk biaya gas, staking, dan tata kelola.
Selengkapnya di halaman TLOS →