Perbedaan Gram dan Theta Fuel: Gram diperdagangkan di Rp27.547 (kapitalisasi pasar Rp75,35T, volume 24 jam Rp878,19M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp142,59 (kapitalisasi pasar Rp1,05T, volume 24 jam Rp25,94M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 71,8× kapitalisasi pasar Theta Fuel, dan suplai beredar Gram 2,7B GRAM dibanding 7,4B TFUEL milik Theta Fuel. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 2 Hari dan Theta Fuel selama 46 Hari.
| GRAM | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp75,35T | Rp1,05T |
Volume (24h) | Rp878,19M | Rp25,94M |
Suplai yang Beredar | 2,7B GRAM | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 2 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →