Perbedaan Gram dan Bittensor: Gram diperdagangkan di Rp23.732 (kapitalisasi pasar Rp65,48T, volume 24 jam Rp681,09M), sedangkan Bittensor diperdagangkan di Rp3.625.486 (kapitalisasi pasar Rp40,74T, volume 24 jam Rp1,83T). Perbedaan utamanya: Gram lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Bittensor dibatasi (11,2M / 21M TAO (54%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Bittensor selama 43 Hari.
| GRAM | TAO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,48T | Rp40,74T |
Volume (24h) | Rp681,09M | Rp1,83T |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 11,2M / 21M TAO (54%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Bittensor adalah protokol open-source yang menggerakkan jaringan machine learning terdesentralisasi berbasis blockchain. Model machine learning dilatih secara kolaboratif dan diberi reward dalam TAO sesuai dengan nilai informasi yang mereka tawarkan secara kolektif. TAO juga memberikan akses eksternal, memungkinkan pengguna untuk mengekstrak informasi dari jaringan sambil menyesuaikan aktivitasnya sesuai kebutuhan mereka.
Selengkapnya di halaman TAO →