Perbedaan Gram dan TARS AI: Gram diperdagangkan di Rp23.770 (kapitalisasi pasar Rp65,51T, volume 24 jam Rp685,09M), sedangkan TARS AI diperdagangkan di Rp116,56 (kapitalisasi pasar Rp102,46M, volume 24 jam Rp11,56M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 639,4× kapitalisasi pasar TARS AI, dan suplai TARS AI dibatasi (892,2M / 1.000M TAI (90%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan TARS AI selama 14 Hari.
| GRAM | TAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,51T | Rp102,46M |
Volume (24h) | Rp685,09M | Rp11,56M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 892,2M / 1.000M TAI (90%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 14 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
TARS AI saat ini diperdagangkan pada Rp116,97 dengan kapitalisasi pasar Rp105,25 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish yang kuat dengan 18 indikator jual versus 1 beli. Token telah mencapai 89,22% dari suplai maksimum 1 miliar TAI dengan rata-rata hold time 13 hari. Posisi harga berada di dekat support S1 (Rp118) dengan momentum jangka pendek yang lemah namun RSI 12 menunjukkan potensi oversold.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko tinggi akibat tekanan jual dominan. Peluang terbatas pada potensi rebound dari level oversold, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Risiko utama meliputi tekanan jual berkelanjutan dan sensitivitas terhadap sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Tars AI adalah salah satu ekosistem fokus AI pertama di blockchain Solana, didukung oleh hibah dari Solana Foundation. Tars AI menyediakan rangkaian alat dan produk AI modular yang dirancang khusus untuk ekosistem Solana, dengan tujuan meningkatkan integrasi teknologi AI dan Web3.
Selengkapnya di halaman TAI →