Perbedaan Gram dan TAC Protocol: Gram diperdagangkan di Rp27.535 (kapitalisasi pasar Rp75,05T, volume 24 jam Rp897,59M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp62,76 (kapitalisasi pasar Rp300,64M, volume 24 jam Rp118,61M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 249,6× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai beredar Gram 2,7B GRAM dibanding 4,8B TAC milik TAC Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 2 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| GRAM | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp75,05T | Rp300,64M |
Volume (24h) | Rp897,59M | Rp118,61M |
Suplai yang Beredar | 2,7B GRAM | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 2 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →