Perbedaan Gram dan Slash Vision Labs: Gram diperdagangkan di Rp23.858 (kapitalisasi pasar Rp65,83T, volume 24 jam Rp683,4M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp59,28 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,34M). Perbedaan utamanya: suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding -- milik Slash Vision Labs, dan Gram lebih aktif diperdagangkan (Rp683,4M vs Rp2,34M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| GRAM | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,83T | -- |
Volume (24h) | Rp683,4M | Rp2,34M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | -- |
Typical Hold Time | 6 Hari | 10 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Token SVL saat ini diperdagangkan di zona Rp 58.168 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum oversold berdasarkan RSI. Token ini memiliki supply maksimum 10 juta SVL dengan rata-rata hold time 10 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jual dominan dengan peluang rebound dari level oversold. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan ketiadaan perkembangan fundamental yang mendorong adopsi jaringan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →