Perbedaan Gram dan StakeStone: Gram diperdagangkan di Rp23.694 (kapitalisasi pasar Rp65,37T, volume 24 jam Rp672,06M), sedangkan StakeStone diperdagangkan di Rp675,05 (kapitalisasi pasar Rp152,15M, volume 24 jam Rp58,11M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 429,6× kapitalisasi pasar StakeStone, dan suplai StakeStone dibatasi (225,3M / 1B STO (23%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan StakeStone selama 11 Hari.
| GRAM | STO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,37T | Rp152,15M |
Volume (24h) | Rp672,06M | Rp58,11M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 225,3M / 1B STO (23%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 11 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
STO saat ini menunjukkan sinyal bearish dengan harga Rp682,23 dan market cap Rp153,51 juta. Moving averages memberikan sinyal jual kuat (10 vs 3 beli), sementara osilator netral. Token berada di zona support S1 (Rp685) dengan tekanan jual dominan. Sirkulasi token masih rendah (23%) dengan rata-rata hold time 11 hari, menunjukkan volatilitas tinggi.
Outlook bearish jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang rebound dari support Rp657-685, namun tekanan jual dari moving averages kuat. Risiko utama: likuiditas terbatas, sirkulasi rendah, dan volatilitas ekstrem. Investor perlu hati-hati dengan level support kritis.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →