Perbedaan Gram dan Synthetix: Gram diperdagangkan di Rp23.839 (kapitalisasi pasar Rp65,84T, volume 24 jam Rp681,35M), sedangkan Synthetix diperdagangkan di Rp3.549 (kapitalisasi pasar Rp1,21T, volume 24 jam Rp118,1M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 54,4× kapitalisasi pasar Synthetix, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 344,5M SNX milik Synthetix. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Synthetix selama 68 Hari.
| GRAM | SNX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,84T | Rp1,21T |
Volume (24h) | Rp681,35M | Rp118,1M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 344,5M SNX |
Typical Hold Time | 6 Hari | 68 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Synthetix (SNX) saat ini diperdagangkan pada Rp3.527 dengan kapitalisasi pasar Rp1,21 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek namun dengan osilator bullish. Token ini berada dalam tren turun dengan waktu holding rata-rata 68 hari. Tidak ada pembaruan protokol besar-besaran yang dilaporkan, namun ekosistem DeFi terus berkembang dengan utilitas token dalam sintetis dan staking.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jual dominan dengan peluang rebound dari level support kuat di Rp3.340. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, tekanan regulator pada aset kripto, dan ketergantungan pada adopsi ekosistem Synthetix. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan jaringan untuk konfirmasi arah.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →SNX adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang menyediakan eksposur on-chain ke berbagai aset kripto dan non-kripto. Platform ini memungkinkan pengguna untuk berdagang dan bertukar aset sintetis yang sangat likuid (synth) secara mandiri.
Selengkapnya di halaman SNX →