Perbedaan Gram dan Sky: Gram diperdagangkan di Rp24.019 (kapitalisasi pasar Rp66,09T, volume 24 jam Rp690,35M), sedangkan Sky diperdagangkan di Rp948,95 (kapitalisasi pasar Rp22,15T, volume 24 jam Rp161,06M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Sky, dan suplai Sky dibatasi (23,4B / 23,5B SKY (100%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Sky selama 15 Hari.
| GRAM | SKY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,09T | Rp22,15T |
Volume (24h) | Rp690,35M | Rp161,06M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 23,4B / 23,5B SKY (100%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 15 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Token SKY saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp942,97 dan market cap Rp22,06T. Sinyal teknis menunjukkan tekanan jual dominan (18 sell vs 2 buy) dengan moving averages bearish penuh. RSI di level oversold (RSI_12=20.62) menandakan potensi rebound, namun ADX tinggi mengindikasikan tren bearish kuat. Token telah mencapai sirkulasi penuh 100% dengan hold time rata-rata 15 hari.
Outlook keseluruhan tetap bearish dalam jangka pendek dengan support kunci di Rp906. Peluang rebound dari level oversold perlu diwaspadai dengan risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual berkelanjutan. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar support-resistance level kunci.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Sky (SKY) adalah token tata kelola dari Sky Protocol dan versi baru dari MakerDAO, yang dirancang untuk membuat DeFi lebih mudah diakses, skalabel, dan memberi lebih banyak imbalan lewat arsitektur modular dan alat non-kustodial.
Selengkapnya di halaman SKY →