Perbedaan Gram dan Solana Mobile Seeker: Gram diperdagangkan di Rp23.958 (kapitalisasi pasar Rp65,81T, volume 24 jam Rp689,98M), sedangkan Solana Mobile Seeker diperdagangkan di Rp125,03 (kapitalisasi pasar Rp614,35M, volume 24 jam Rp47,38M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 107,1× kapitalisasi pasar Solana Mobile Seeker, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 4,9B SKR milik Solana Mobile Seeker. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Solana Mobile Seeker selama 8 Hari.
| GRAM | SKR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,81T | Rp614,35M |
Volume (24h) | Rp689,98M | Rp47,38M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 4,9B SKR |
Typical Hold Time | 6 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Solana Mobile Seeker membangun ekosistem mobile terdesentralisasi yang menantang platform mobile konvensional. Didukung arsitektur jaringan TEEPin dan tata kelola komunitas, platform ini menghilangkan gatekeeping app store dan memungkinkan akses langsung antara pengembang dan pengguna ke aplikasi crypto. Solana Mobile Seeker berfokus pada keterbukaan, keamanan, dan kepemilikan oleh komunitas.
Selengkapnya di halaman SKR →