Perbedaan Gram dan MyShell: Gram diperdagangkan di Rp24.045 (kapitalisasi pasar Rp66,18T, volume 24 jam Rp762,75M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp355,44 (kapitalisasi pasar Rp143,78M, volume 24 jam Rp78,58M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 460,3× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| GRAM | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,18T | Rp143,78M |
Volume (24h) | Rp762,75M | Rp78,58M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 21 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM diperdagangkan di Rp23.785 dengan kapitalisasi pasar Rp65,86 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek meskipun ada sentimen berita positif. Token ini bergerak dalam zona support Rp22.702-Rp23.824 dengan indikator RSI menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound. Pengumuman integrasi wallet non-custodial di Telegram untuk 1 miliar pengguna memberikan dorongan fundamental yang signifikan bagi adopsi ekosistem.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan katalis adopsi wallet Telegram, namun tekanan jual dari moving averages masih kuat. Risiko utama: volatilitas tinggi, ketergantungan pada ekosistem Telegram, dan tekanan regulator terhadap token sosial.
Token MyShell diperdagangkan pada Rp349,43 dengan kapitalisasi pasar Rp142,23 juta, menunjukkan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak dan osilator. Tingkat sirkulasi 41% dan hold time 21 hari mencerminkan distribusi token yang moderat. Posisi saat ini dekat dengan titik pivot Rp365, dengan support kuat di Rp337 dan resistance di Rp382.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis mendukung, namun investor harus waspada terhadap volatilitas tinggi khas crypto dan risiko likuiditas terbatas mengingat volume perdagangan yang rendah. Peluang ada jika berhasil menembus resistance, namun kegagalan mempertahankan support bisa memicu koreksi lebih dalam.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →